Batik Indonesia Resmi Dikukuhkan UNESCO

JAKARTA (KR) – Unesco memutuskan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Secara resmi pengukuhan ini akan dilakukan Jumat, 2 Oktober 2009. Dengan diresmikannya batik sebagai warisan budaya Indonesia, diharapkan ke depan nanti perkembangan batik semakin menggembirakan.

”Unesco akan mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif budaya/benda warisan manusia. Pengukuhan akan dilaksanakan di Abu Dhabi Uni Emirat Arab oleh Unesco pukul 20.00 WIB. Sedang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB,” ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Ad Interim) Muhammad Nuh di Gedung Departemen Kominfo Jakarta kemarin.

7431_143852343279_110420488279_2475630_3232352_n

Dijelaskan, proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang, berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh Unesco pada 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya pengujian tertutup oleh Unesco di Paris pada 11-14 Mei 2009.

Setelah diresmikan nanti, Muhammad Nuh mengharapkan perkembangan batik di Indonesia dan budaya lainnya semakin meningkat. ”Semoga dengan dikukuhkannya batik Indonesia oleh Unesco, dapat menumbuhkan social awareness untuk mencintai dan menyelamatkan produksi asli Indonesia,” lanjut Muhammad Nuh.

Setelah batik Indonesia, budaya lain yang sudah diajukan Depbudpar adalah Best Practice Diklat Budaya Batik Indonesia dan karya budaya berupa angklung yang sudah dinominasikan tahun ini.
Sementara itu Ketua DPP PAN Soetrisno Bachir yang juga pengusaha batik menyatakan kegembiraannya atas pengakuan Unesco ini. Menurutnya, pengakuan itu telah disampaikan 28 September lalu dan akan diresmikan 2 Oktober 2009. ”Kami menyambut gembira. Bahkan mengusulkan pada pemerintah agar 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional,” ujar Soetrisno Bachir.

Dikatakan, Unesco saja mengakui batik sebagai kekayaan asli budaya bangsa Indonesia. Karena itu, sebagai bangsa Indonesia harusnya juga bangga dan semakin mencintai batik. Ini membuktikan bahwa batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia, bukan punya bangsa lain dan tidak bisa diklaim bangsa lain.

Menurut Soetrisno Bachir, adanya pengakuan Unesco ini akan menimbulkan kebanggaan sekaligus meningkatkan rasa nasionalis bangsa Indonesia. Juga diharapkan akan menggairahkan kembali industri perbatikan di daerah-daerah.

”Batik tidak sekadar pakaian. Batik itu cerminan budaya bangsa Indonesia, budaya mandiri dan budaya kreatif. Kalau kita mau pakai batik, industri batik di daerah-dareah akan berkembang sehingga ekonomi kerakyatan akan tumbuh,” tutur Soetrisno Bachir.

1 Komentar

  1. batikoke said,

    8 Desember 2009 pada 14:11

    Bagus, jadi tidak ada negara lain yang mengaku2 batik sebagai warisan asli budayanya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: